[ONE SHOOT] Devil Beside Me – Honeymoon Version [YoonHae]

DBM HM YH

Author : raina a.ka adelfia

Cast :

  • Lim Yoon Ah
  • Lee Dong Hae

Support Cast :

  • Choi Soo Young
  • Cho Kyu Hyun
  • Jessica Jung

Tittle : Devil Beside Me – Honeymoon Version [YoonHae]

Note :

WARNING!! Maaf ya kalo disini rada2 yadong hahaha namanya juga -honeymoon-. hehehe . Tadinya mau aku post barengan sama yang KyuYoung, tapi nggak jadi…sepertinya sudah banyak yang tidak sabar dengan cerita yang ini… Maaf ya kalo di edisi tearkhir ini kalian kurang puas dengan apa yang aku suguhkan ini … maklum ajah ide lagi mentok akhir-akhir ini. UTS belom kelar, tapi harus udah memenuhi permintaan kalian. dan jadinya seperti ini. Sebenernya masih UTS sampe akhir bulan ini, tapi cerita ini akhirnya bisa selesai juga disela-sela aktifitas kuliah…oke deh nggak mau banyak omong lagi, semoga kalian suka dengan apa yang aku buat ini yaa ^^ Don’t Forget to RCL yaa ^^

Yang Tulisan merah itu Bahasa Perancis yaa ^^

SIDERS GO AWAY !!!

Donghae POV

“Aaacccckkkk!!!”aku terperenjat bangun dan kaget saat mendengar terikan itu. Aku mencari asal sumber suara itu berasal. Aku menggaruk-garuk kepala belakangku yang sama sekali tidak gatal. Ku lihat Yoona duduk disampingku dengan rawut wajah yang ketakutan.

“Ada apa yoong?”tanyaku santai mataku belum sepenuhnya terbuka.

“Oppa kenapa kau bisa tenang saja?? Kau tidak tau kita ada dimana?? Dan kau…kenapa kau berada disini??”tanya-nya tanda jeda.

Beginilah kegiatanku setiap pagi, harus menjelaskan kenapa aku bisa tidur satu ranjang dengannya? Kapan ia bisa sadar kalau aku ini suaminya disaat ia bangun tidur. Oh ayolah Yoong, aku masih mengantuk.

“Heoll….aku kira ada apa”ujarku sambil merebahkan diriku keranjang lagi dan kembali untuk tidur.

“YA!! Oppa !!”pekiknya membuat telingaku ingin pecah –rasanya-.

“Kau ini kenapa sih yoong? Bukankah aku sudah menjelaskan semuanya padamu. Aku ini sudah menajdi suami-mu jadi wajar saja kalau setiap kau bangun tidur pertama kali yang akan kau lihat adalah aku!”seruku yang membuatnya sedikit memundurkan tubuhnya dariku.

“Mian oppa…aku…aku hanya belum terbiasa”ucapnya yang kulihat menundukan kepalanya.

“Gwenchana”sahutku masih setia memejamkan mataku. Berat sekali untuk membuka mata rasanya. “Ku harap kau bisa membangunkanku dengan lebih lembut lagi tidak berteriak seperti tadi, Arrachi?”

“Eum!”sahutnya. “Dan kurasa kau bisa bangun sekarang dan jelaskan dimana kita berada sekarang”ucapnya yang membuatku membuka mataku.

Aishh aku lupa, kalau dari semalam kami sampai ia tertidur bahkan kau belum mengatakan apa-pun padanya. Ini semua karena ulah Cho Kyuhyun! Aku tidak tau harus bercerita darimana padanya, bagaimana reaksinya kalau ia tau aku dan Kyuhyun merencanakan hal yang tidak-tidak untuk mendapatkan kebahagiaan masing-masing?

Apa aku akan mendapatkan pukulan dikepalaku darinya? Tapi Yoona bukanlah orang yang suka memukul suaminya seperti Sooyoung.

“Oppa aku sedang berbicara padamu. bukan pada patung!”

“Ah ne..kau bertanya apa tadi?”tanyaku berlagak lupa.

“Cih…jangan pura-pura lupa oppa. Sudah cepat katakan kita dimana apa susahnya sih? Kau hanya tinggal menyebut tempat!”

“France”jawabku pelan.

Ia mendelik tajam padaku, meminta penjelasan lebih lanjut mengapa kita berada disini bukan di New York. “Lebih baik kau membuatkan sarapan untukku? Cacing-cacing diperutku sudah menyeruak meminta makan”ujarku mengalihkan pembicaraan.

“Kau masih berhutang padaku oppa”ujarnya melangkah pergi keluar kamar.

Aku hanya merebahkan kembali tubuhku dan memejamkan mataku lagi. Sungguh rasa kantuk ini kenapa susah sekali hilangnya.

Yoona POV

“Oppa ireona”ujarku lembut membangunkannya lagi. “Oppa…”kuguncangkan tubuhnya namun tak ada respon darinya. ‘Apa sih maunya?’batinku.

“Oppa ireona..aku sudah membuatkan sarapan untukmu”bisikku ditelinganya. Aku tau ia hanya pura-pura tidur. Aishh…benar-benar namja satu ini. Apa aku harus menggodamu dulu baru kau mau bangun huh? “Oppaaahh….”desisiku ditelinganya. Aku dapat merasakan tubuhnya sedikit bergerak.

Sampai berapa lama kau akan bertahan Lee Donghae. Ku kecup singkat bibirnya “Morning Kiss”ucapku. Namun tak ada respon lagi darinya? Sungguh habis sudah kesabaranku.

“YAK!! LEE DONG HAE !! IREONAAA!!!!!!”teriakku tepat ditelinganya.

“YA!! Kau membuat suamimu yang tampan ini tuli hah?”bentaknya yang hanya kusambut dengan senyuman manis. Aku akui suamiku ini memang –sangat- tampan.

“Oppa palli ireona. Tadi kau sendiri kan yang memintaku untuk membuatkan sarapan. Sarapannya sudah jadi,  ayo kita makan”ucapku lembut.

“Arra..keunde yoong. Aku harus menyampaikan ini padamu, sebelum kau bertanya macam-macam pdaku”ujarnya yang membuatku duduk dihadapannya.

“Mwonde?”

“Tapi janji ya kau tidak akan marah padaku”

“Eum!”anggukku.

“Jadi begini…kita…kita berpisah dari pasangan aneh itu”ujarnya yang membuatku membulatkan mataku. Aku tau siapa yang dimaksud dengan ‘pasangan aneh’ itu.

“Mwo??!!!”

“Aku…aku..aku hanya mengikuti kemauan Kyuhyun”ujarnya terbata-bata.

“Huh..dasar namja. Kenapa kalian bisa seenaknya sih? Bukankah lebih seru jika bersama? Aku ingin liburan ini ber…”

“Honeymoon yoong, bukan liburan”potongnya yang membuatku semakin membulatkan mataku ini.

“Aishh jinja neo!!!”geramku.

“Kau tidak marahkan?”tanya-nya menepuk-nepuk punggung tanganku.

“Pasti Sooyoung sedang murka sekarang. Oppa kau ini, kenapa kau malah menuruti setan itu hah?”ujarku dengan nada kesal.

“Itu…itu karena aku mau berduaan denganmu saja”sahutnya.

“Eih…apa maksudmu dengan berduan saja?”

“Kau taulah yoong”ujarnya dengan nada yang sedikit mesum-menurutku-.

“Tau apa?”tanyaku pura-pura tidak mengerti.

“Aigoo..jangan pura-pura tidak mengerti. Aku tau kau mengerti dengan apa yang aku maksudku”sahutnya lagi yang membuatku semakin takut kalau ia akan menyerangku sekarang juga.

‘Aku mengerti apa yang kau maksudkan itu oppa. Tapi…aku hanya belum siap menyerahkan semuanya padamu’batinku.

“Yoong”panggilnya membuatku melihat kearahnya.

“Apa?”

“Kau semakin cantik jika sensi seperti itu”ujarnya yang sukses membuatku mencelos dengan ucapannya barusan. Dasar perayu. Dan bodohnya aku selalu termakan rayuan laki-laki dihadapanku ini.

“Yoong”panggilnya lagi.

“Apa?”

“Ani…hanya saja…”ucapnya terhenti. Astaga tatapan apa itu? Kenapa ia menatapku seperti itu? Ia menatapku dengan intens. Andwe..andwe..itu tidak akan terjadi secepat ini. Jeball oppa, kumohon hentikan tatapan itu.

“O..oppa”panggilku gugup.

“Emm..”dia hanya menyaut dengan suara tenggorokannya saja. Bisa ku pastikan secara perlahan-lahan ia mendorong tubuhku hingga aku berbaring diranjang. Jinja apa yang dipikirkan manusia dihadapanku ini. “Oppa…apa yang akan kau lakukan?”tanyaku.

“Apa yang kau pikirkan?”tanya-nya yang membuatku mengerutkan keningku. Aku tau maksus pembicaraannya, tapi kenapa harus dipagi hari. Apa dia tidak tau kalau aku ingin berjalan-jalan bukanya mengendap didalam kamar melakukan hal bodoh sampai lelah. Oh jeball oppa, mengertilah istrimu tidak mau melewati acara shopping di Paris.

“Morning kissmu kurang memuaskan Yoong”bisikinya ditelingaku membuat bulu kudukku berdiri seketika. Aku tidak mau mengeluarkan suara-suara aneh itu. Bertahanlah Lee Yoona. Entah sejak kapan suami-mu ini jadi yadong, apa dia terlalu banyak bergaul dengan Eunhyuk oppa jadinya dia seperti ini.

Posisinya kini sudah berada diatas dengan kedua tangannya yang berada disisi kanan-kiri kepalaku menopang tubuhnya agar tidak menindih tubuhku yang mungil ini. Wajahnya semakin mendekat kearahku, perlahan tapi pasti ia menempelkan bibirnya padaku. Awalnya hanya sebuah kecupan-kcepan riangan namun ia melumat lebut bibirku.

Ia terus melumat bibirku tanpa ada perlawanan sedikit pun dariku, hingga ia menggigit bibir bawahku membuatku mengerang kesakitan dan pada saat itu pula ia memasukan lidahnya kedalam mulutku. Mengabsen semua deretan gigiku. Hingga kurasakan lidahnya dan lidahku bertemu, saling bertukar saliva.

Kurasakan tangganya mulai melepaskan satu persatu kancing kemejaku. Oh, shit kenapa lama-lama aku jadi menikmatinya. Kenapa ia pandai sekali, apa dia sudah pernah melakukannya? Seketika aku terdiam tidak membalas ciumannya dan menatapnya dengan lekat. Benarkah?? Apa yang aku pikirkan ini benar? Ia masih terus menciumku dengan mata yang tertutup, sebegitukah ia menikmatinya. Hingga ia tak sadar kalau istrinya ini sedang memikirkan hal yang aneh.

Decakan-decakan itu terus tercipta dari bibirnya. Aku semakin terdiam dan tak bergerak. Ia melepaskan ciumannya dan menatapku dengan heran.

“Wae?”tanya-nya yang membuatku mengalihkan mataku dari matanya. “Ada apa yoong, katakan padaku? Apa aku terlalu kasar?”

“Ani”jawabku ketus.

“Lalu kenapa kau seperti ini huh?”

Aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Aku tau kau sedang memikirkan sesuatu? Katakan apa itu?”

Aku hanya menatap matanya yang juga sedang menatapku.

“Wae? Cepat katakan jangan membuatku penasaran”

“Aku…aku wanita keberapa yang kau tiduri?”tanyaku pada akhirnya. Kulihat ia menjauhkan tubuhnya dariku dan beranjang berdiri. Aku pun langsung duduk ditepi ranjang.

“Jadi kau hanya memikirkan hal itu?”tanya yang membuatku menunduk. “Coba saja kau tebak sendiri”.

“Entahlah, kurasa kau sudah banyak bermain dengan para wanita”ujarku.

“Ne, kau benar! Kau ada wanita ke-sekian yang aku tiduri. PUAS!”bentaknya diakhir kalimat yang membuatku kaget dengan hal itu. Baru kali ini aku dibentaknya lagi setelah sekian lama saat pertengkaran hebatku dengannya waktu itu.

Kulihat ia berjalan menuju kamar mandi dan membanting pintu itu dengan keras. Kenapa jadi dia yang marah?

***

Ku bolak-balikan majalah yang sedari tadi kupegang ini. Tak ada yang menarik dengan isinya, walaupun majalah fashion tapi kalau tidak dilihat secara langsung tidak memuaskan. Aku hanya menghela nafas tak karuan. Bayangkan saja laki-laki yang ada didepanku ini hanya berkutat dengan laptopnya walaupun itu menyangkut pekerjaannya juga.

Lebih baik tidak usah ada honeymoon kalau begini jadinya. Dia fikir aku ini apa. Hanya hal sepele tadi kemarahannya pun belum menghilang juga. Aku bangkit dari duduk dan berjalan menuju jendela rumah ini.

Sangat menyenangkan kalau berjalan-jalan diluar sana. Hal yang sangat kuinginkan dari dulu adalah berjalan-jalan disekitar menara Eiffel. Sangat romantis jika ia mau mengajakku kesana malam ini juga. Aku hanya menghela nafas memikirkan itu, kenapa ia marahnya lama sekali sih? Bukankah dia paling tidak bisa marah lama-lama denganku.

Aku kembali duduk disofa memerhatikan tangannya yang sedari tadi bergerak pad keyboard laptopnya. “Kau bosan eo?”tanya-nya yang membuatku sedikit terkejut.

“Menurutmu?”cetusku.

Ia bangkit dari tempatnya dan duduk disamping dan menghadap kearahku. Aku menyenderkan tubuhku pada lengan sofa ini. “Ku rasa kau butuh hiburan”ujarnya lagi.

“Itu kau tau”cetusku lagi.

“So..kau mau kita kemana?”tanya-nya.

“…..”

“Jawab aku yoong”

“Aku tau kau tidak bisa kan? Sudah urusi saja pekerjaanmu”

“Bukan jawaban seperti itu yang aku butuhkan”ujarnya dengan nada yang sedikit tinggi.

Tuhkan dia saja masih marah begitu denganku. “Kau masih marah padaku?”tanyaku hati-hati.

“Kau mau berjalan-jalan atau tidak?”tanya-nya lagi mengacuhkan pertanyaanku.

Segera ku ‘iya’kan pertanyaan sebelum ia berubah fikiran.

***

“Apa itu?”tanya-nya saat aku mengelurakan buku note kecil dari dalam saku mantelku.

“Eoh…ini hanya beberapa tempat yang ingin aku kunjungi dimalam hari bersama orang yang paling aku cintai”ujarku sambil membuka note itu.

“Coba ku lihat”ujarnya seraya mengambil note ini dari tanganku.

“Tidak. Kau tidak boleh melihatnya”tahanku saat dia ingin menarik note dari tanganku.

“Wae??”

“Hanya aku yang akan memberitahumu kemana kita akan pergi hari ini”jawabku..

“Arraseo Nyonya Lee. Aku akan menurutimu seharian ini”ujarnya yang membuatku senyum semringah.

Ku lirik ia hanya tersenyum kecil saat melihat tingkahku.

“Kalau begitu tempat apa yang harus kita kunjungi terlebih dahulu”

“Roseraie Du Val DE Marne”ujarku.

“Kau yakin?”tanya-nya sambil mengerutkan keningnya.

Aku mengangguk mantap.

“Kau tidak akan mendapatkan apa-apa disana Yoong, ini mau masuk musim dingin. Tidak ada bunga mawar yang bermekaran”jelasnya padaku.

“Arra! Aku hanya ingin kesana”ujarku.

“Ahh…baiklah. Kajja”.

***

Author POV

Sesampainya di tempat tujuan Donghae tercengang melihat pemandangan yang ada didepannya sekarang. Bagaima Donghae tidak tercengang saat melihat apa yang ada dihadapannya sekarang. Sebuah hamparan taman kosong.

“Kau mau melihat apa disini yoong?”tanya Donghae sedikit emosi.

“……”

Donghae hanya berdecak kesal saat melihat wanitanya mengabaikan dirinya. Mata yoonga berbinar-binar saat melihat hamparan taman kosong yang sudah mulai tertutupi salju ini. Ya, salju baru saja turun saat mereka  masih dalam perjalanan.

“Oppa lain kali kau harus mengajakku kesini saat musim semi ya??”tanya Yoona yang membuat Donghae mendelik tajam kearahmu.

“Lalu untuk apa kau mengajaku kesini sekarang?”

“Hanya ingin menebus rasa penasaranku”

“Mwo?”Donghae terbahak mendengar jawab dari sang Istri.

“Ayo kita pulang. Aku sudah kedinginan sepertinya”tutur Yoona sambil mendekap tubuhnya dengan kedua tangannya.

Donghae hanya memejamkan matanya menahan amarah yang sudah berkumpul didadanya.

“Bukankah masih ada tempat yang ingin kau kunjungi?”tanya Donghae membuat langkah Yoona terhenti.

“Tapi sangat dingin oppa, aku hanya mau dirumah. Menghatkan diri”jawab Yoona.

“Maksudmu menghangatkan diri seperi apa?”

“Menurutmu?”tanya Yoona menggoda membuat Donghae bergidik ngeri. Tak biasanya istrinya bisa bersikap seperti itu.

“Benarkah? Ayo kita pulang”sahut Donghae gembira. Rasa kesalnya sedikit menghilang mendengar penuturan istrinya tersebut.

“Baiklah kau yang akan membuatkan cokelat panas untukku kan?”tanya Yoona yang membuat senyum Donghae menghilang.

“Maksudmu?”

“Ia..kau yang membuat cokelat panasnya dan aku menyiapkan beberapa cemilan dan kita berdua duduk didepan perapian. Itu cara menghangatkan dirikan?”

Donghae terdiam mendengar hal itu. “Aku kira..kau mengajaku untuk…diranjang”.

“Dasar tuan Lee mesum!”

“Enak saja, aku tidak mesum yoong! Tadi-kan kau duluan yang menggodaku!”elak Donghae.

“Memangnya tadi aku menggoda-mu ya oppa?”tanya Yoona dengan nada menggoda suaminya itu.

“Aiiishhh sudahlah ayo kita pulang”ujar Donghae kesal sambil menarik tangan Yoona.

Yoona hanya tertawa tak bersuara dibelakang Donghae. Melihat tingkah suaminya yang lucu ini membuatnya sedikit senang.

“Oppa..oppa tunggu. Kita harus membeli makanan kecil”ujar Yoona.

***

Yoona dan Donghae tiba disebuah tempat yang memang khusus untuk mencari makanan kecil. Rasa dingin-pun dihalau para penjual ini. Mata Yoona berbinar-binar saat melihat semua jajakan makanan yang ada dihadapannya. Donghae yang melihat itu hanya tersenyum kecil. ‘Dasar shiksin’.

“Andai Sooyoung ada disini. Betapa senangnya dia”ujar Yoona yang membuat Donghae melihat kearahnya.

‘Kapan dia memikirkanku?’batin Donghae. “Cepat pilih apa yang ingin kau beli”.

“Aku bingung oppa, kenapa banyak sekali”ujar Yoona tanpa melihat Donghae. Matanya masih tertuju pada semua kedai yang ada dihadapannya sekarang.

“Kau tinggal beli apa yang ingin kau makan. Itu saja. Cepat, kau tidak tahu kalau ini semakin dingin apa?”omel Donghae.

“Kau kedinginan oppa? Aku tidak kedinginan, kan kau ada disampingku”

Blush…seketika semburat rona merah muncul dipipinya. Entah kenapa hari ini istrinya begitu menggodanya.

‘Apa efek sampingnya seperti ini?’batin Donghae.

“Aigoo..kenapa muka-mu memerah seperti itu oppa? Kau benar-benar kedinginan ya?”tanya Yoona sambil meletakan kedua tangannya dipipi Donghae.

CUP~

Yoona mengecup kilas bibir Donghae yang membuat suami-nya itu membulatkan matanya atas reaksi yang diberikan sang istri. Kemudia tangan Yoona turun dan memeluk Donghae dengan erat. “Kuharap kau sudah kedinginan lagi”ujar Yoona.

“Heh?”

“Ayo oppa kita mencari makanan. Aku sudah lapar”rengek Yoona.

Donghae hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Yoona hari ini. “Oppa, sepertinya kue ini enak. Kita beli ya”pinta Yoona melihat kue cokelat dihadapannya.

Donghae menganggukan kepalanya.

“Apakah dia istri anda tuan?”

“Ya, dia istri saya”jawab Donghae pada penjual itu.

“Dia sangat cantik”

“Aku tau itu. Terima kasih”

“Kau pria yang beruntung”

“Begitukah?”

“Ya…semoga hidup kalian bahagia dan segera mendapatkan anak-anak yang lucu”

“Hahaha..tentu saja. Terima kasih”

Yoona hanya terbengong memerhatikan percakapan Suami-nya dan penjual itu dengn bahasa yang ia tidak mengerti. “Dia mengatakan apa?”tanya Yoona.

“Dia hanya mengatakan ingin membeli apa”jawab Donghae.

“Itu saja? Kau pasti berbohong kan oppa?”

“Tidak, kau tanyakan saja sendiri padanya”

“Aku tidak bisa bahasa perancis”

“Kalian orang Korea?”

“Oh, ya kami orang Korea”jawab Donghae.

“Bahasa Perancis-mu sangat bagus”

“Aku pernah tinggal disini sebelumnya”

“Berapa lama kau tinggal disini? Aku meragukan kalau kau benar-benar orang Korea. Kau sangat fasih bahasa perancis”

“Hampir enam tahun aku disini. Mungkin karena aku tinggal dari kecil disini, jadi aku cepat beradaptasi”

“Enam tahun bukanlah waktu yang singkat”

“Ya”

“Kalau begitu pilihlah yang mana saja. Aku memberikannya secara gratis”

“Benarkah. Wah..terima kasih paman”

“Sama-sama”

“Dia akan memberikan ini secara gratis Yoong”ujar Donghae pada Yoona.

“Benarkah, wah baik sekali”

“Kau pilih saja katanya”

“Igeo…aku mau yang ini Oppa”

“Paman dia mau yang ini”

“Baiklah. Ini untuk-mu nona cantik”ujar paman itu sambil menyerahkan sekotak kue pada Yoona.

“Terima kasih”ujar Yoona dalam bahasa perancis yang ia ketahui.

“Kalau begitu kami permisi dahulu. Lain kali kami akan kesini lagi”ujar Donghae.

“Ya..hati-hati kalau begitu”.

Yoona tersenyum gembira sambil melihat kotak kue yang ada ditangannya. ‘Kau yang terbaik oppa’batinnya sambil melihat kearah Donghae.

“Oppa kau bisa bahasa perancis?”tanya Yoona.

“Eum..”

“Apa kau mempelajarinya?”

“Tidak. Aku pernah tinggal disini sebelumnya”

“Benarkah? Kenapa kau tidak bercerita padaku?”

Donghae hanya tersenyum melihat Yoona.

Yoona terus menggenggam tangan Donghae dan tersenyum senang. Donghae yang mulai merasakan tangan dingin Yoona segera memasukan tangan Yoona dan tangannya kedalam saku mantelnya.

“Ini yang kau bilang tidak dingin?”

“Aku baru merasakannya sekarang”.

“Kau ini ada-ada saja”

Yoona hanya tersenyum mendengar itu. “Apa setiap hari disini ramai terus?”

“Tidak. Tidak setiap hari”

Yoona dan Donghae berjalan pulang kerumah yang mereka tempati diparis. Selama perjalan tak henti-hentinya Yoona mengumbar senyuman indah diwajahnya. Entah apa yang membuat hatinya senang saat ini.

“Donghae Oppa”panggil seseorang yang membuat langkah mereka terhenti.

Seorang wanita berambut pirang menghampiri keduanya. Ia langsung memeluk Donghae tanpa melihat seseorang lagi disebelah laki-laki itu. “Aku sangat merindukan-mu Oppa”.

“Nado, Jess”balas Donghae. Donghae merasakan Yoona melepaskan genggamannya.

“Apa yang membawa-mu kembali kesini heum?”tanya wanita itu lagi.

“Jess, kenalkan ini istriku Yoona”ujar Donghae memperkenalkan Yoona pada wanita yang dipanggil Jess itu. “Yoong, ini temanku Jessica”.

“Lee Yoona imnida, bangapseumnida”ujar Yoona.

“Jessica Jung imnida, nado bangapseumnida”balas Jessica. “Jadi kalian kesini untuk berbulan madu? Begitukah?”

“Hahaha…itu kau tau Jess”

“Kapan kalian menikah? Kenapa tidak memberitahuku eo?”tanya Jessica.

“Mian Jess, kami hanya merayakannya bersama keluarga besar kami saja”

“Guere…Arraseo. Berhubung kita bertemu disini, ini”ujar Jessica sambil memberikan kartu undangan pada Donghae. “Kalian harus datang. Kalian akan menjadi orang yang paling aku tunggu”.

“Kau akan menikah? Cukkhanda jess”

“Gomawo Oppa, Selamat juga atas pernikahan kalian”

Donghae hanya tersenyum.

“Kalau begitu aku duluan Oppa. Annyeong Yoona-ssi”pamit Jessica berlalu meninggalkan Yoona dan Donghae.

Yoona hanya tersenyum.  Donghae melihat kearah Yoona, dan betapa terkejutnya ia ketika Yoona berjalan mendahuluinya. Marah. Itulah yang Donghae ketahui saat ini. Ia hanya bbisa berjalan dibelakang Yoona dengan rasa bersalah.

***

“Halo Kyu”

“….”

“Kyu apa obat itu ada efek sampingnya?”

“…..”

“Tidak ada? Apa kau masukan dosisnya lebih tinggi?”

“…..”

“Benarkah?”

“…..”

“Ani..hanya saja, kenapa sikap Yoona begitu aneh ya setelah minum air itu? Aku jadi takut ada apa-apanya. Makanya aku bertanya padamu bodoh”

“…….”

“Baiklah kalau begitu”

“……”

“Selamat menikmati juga Kyu. hahahahhaa”

Flip. Donghae menutup teleponnya bertepan dengan Yoona yang membawa baki berisikan kue yang tadi dibelinya dan 2 cup cokelat hangat. Dia menaruhnya di meja dan mendudukan dirinya disamping Donghae. Sofa mereka sengaja mereka taruh berhadapan dengan perapian untuk sekedar menghangatkan diri mereka.

Hari ini salju turun dengan lebatnya, hawa dingin-pun menembus masuk hingga tulang rusuk mereka. Donghae tersenyum melihat Yoona, ia menaruh bantal sofa dipaha Yoona dan meletakan kepalanya diatas bantal itu.

“Yoong, kau marah padaku?”tanya Donghae tiba-tiba.

Yoona tak menjawab hanya menyesap cokelat panas yang dibuatnya itu. “ah…mashitta”ujarnya.

“Yoong, aku sedang bicara padamu”ujar Donghae.

Tak ada jawab dari Yoona. Donghae mendongakan kepalnya keatas agar dapat melihat wajah istrinya itu. “Aku tau kau marah padaku hanya karena Jessica-kan?”

“Kalau iya memang kenapa?”cetus Yoona.

“Dia hanya temanku yoong”jawab Donghae.

“Benar hanya teman?”

“Sebenarnya…dia mantan kekasihku yoong”

“Aku tau kok, terlihat jelas dari bagaimana kau membalas pelukannya”jawab Yoona. “Pelukan kerinduan”.

Donghae hanya menggigit bibir bawahnya. Seakan membetulkan perkataan Yoona. “Dan kau…sepertinya kau tidak rela kalau dia akan menikah”.

“Apa? Tidak, tidak sperti itu yoong”elak Donghae.

“Oppa, aku bukan baru mengenal-mu kemarin”ujar Yoona. “Kau masih mempunyai perasaan untuknya kan?”

“Hanya sebatas oppa dan Dongsaeng. Yoong”ujar Donghae dengan tegas.

“Arraseo. Aku percaya saja dengan apa yang kau katakan”

“Yoong, bisa kau suapi aku kuenya?”tanya Donghae.

“Memangnya tangan-mu kenapa?”

“Tidak kenapa-napa, aku hanya ingin kau menyuapiku”rajuk Donghae manja.

Yoona-pun menyuapi sepotong kue kedalam mulut Donghae. “Tadi kau menelepon Kyuhyun?”

“Uhuk…uhuk..”Donghae tersedak saat mendengar pertanyaan Yoona.

“Gwenchana?”tanya Yoona sambil memberikan cup cokelat milik Donghae. “Lain kali hati-hati makannya. Kue ini tdak akan kemana-mana”

“Kau yang menyuapi-ku terlalu banyak”ujar Donghae setelah selesai minum. “Sudah sini biar aku makan sendiri”.

“Oppa! Jawab pertanyaanku”ujar Yoona sambil memukul lengan Donghae.

“Pertanyaan yang mana?”tanya Donghae yang mulutnya masih dipenuhi kue yang baru disuapkannya kedalam mulutnya itu.

“Kau menelepon Kyuhyun?”

“Ne, wae?”

“Ada apa kau meneleponnya?”

“Tidak ada apa-apa”

“Dasar pembohong!”seru Yoona.

“Aku tidak bohong yoong”ujar Donghae.

“Berikan ponsel-mu padaku. Aku ingin menelepon Sooyoung”.

“Tidak”

“Wae?”

“Tadi Kyuhyun memarahiku, katanya ia menganggu dia saja”

Yoona mendelik tajam pada Donghae.

“Aku mau tanya sesuatu padamu yoong, tapi kau janji ya jangan marah padaku”

Yoona mengangguk.

“Hari ini kau kenapa sih?”

“Memangnya aku kenapa?”

“Ani hanya saja….sikap-mu itu sungguh asing bagiku”

“Ah..itu aku hanya ingin menggoda-mu saja”

“Jadi kau mempermainkanku eoh?”tanya Donghae.

Yoona memangguk dan tertawa kecil.

‘Liat saja yoong, apa yang akan kulakukan nanti adalah sebuah balas dendam karena hari ini kau mempermainkan suami-mu ini’batin Donghae.

“Oppa, kau marah padaku?”

“Ne aku marah padamu”

“Oppa mianhae”ujar Yoona.

Donghae menunjukan evil smirk-nya pada Yoona. Ia mendekatkan tubuhnya pada Yoona.

“Ingat ini selalu yoong, kau adalah yang pertama untukku. Selalu yang pertama”bisik Donghae.

Kemudia Donhae mendaratkan bibirnya pada bibir Yoona. Mulai melumatnya lembut, ciuman penuh cinta yang diberikan Donghae pada Yoona mampu membuat istrinya larut dalam permainannya. Donghae membuat tubuh Yoona bersandar pada lengan sofa sementara dirinya kini berada diatas Yoona, masih menciumnya dengan lembut.

Ciuman itu-pun berubah menjadi ciuman panas, hawa dingin-pun tak mereka rasakan lagi. Yoona mengalungkan tangannya pada leher Donghae. Decakan-decakan yang mereka ciptakan menggema diruangan itu.

***

“Eungghh..”lenguh Yoona merenggangkan otot-otot tubuhnya saat kicauan burung-burung diluar membuatnya terbangun. Yoona menatap wajah suami-nya masih terlelap disampingnya. Di-elusnya pelan wajah Donghae. Mengingat semua apa yang telah mereka lakukan semalam. Yoona mengecup singkat bibir Donghae dan kembali tersenyum.

“Gomawo yoong”ujar Donghae yang membuat Yoona tersentak kaget.

“Kau sudah bangun?”

Donghae hanya mengangguk dengan mata yang masih terpejam. “Terima kasih untu apa?”tanya Yoona.

“Semalam. Aku tidak tahu kalau kau sehebat itu”ujar Donghae yang membuat wajah Yoona memerah. “Kau belajar darimana eoh?”

“Darimu tuan Lee”jawab Yoona yang diikuti tawa kecil Donghae.

Donghae merengkuh tubuh Yoona kedalam pelukannya. “Oppa, ini sudah pagi. Aku mau mandi”

“Kita mandi bersama eoh?”

“Shireo!”seru Yoona.

“Wae??”

“Apa semalam tidak cukup?”

Donghae hanya mengangguk. Yoona langsung bangkit dari tempat tidurnya dan berlari menuju kamar mandi membawa selimut untuk menutupi tubuh polosnya itu.

***

“Oppa, apa hari ini kita tidak kemana-mana? Aku bosan”ujar Yoona.

“Memangnya kau mau kemana?”

“Eiffel!”seru Yoona dengan mata berbinar-binar.

“Kenapa kau ingin sekali kesana sih?”tanya Donghae dengan nada sedikit malas.

“Sangat! Aku sangat ingin ke sana bersama suami-ku ini!!”ujar Yoona sambil mencubit gemas pipi Donghae.

“Lepaskan Yoong, sakit”Donghae menarik tangan Yoona dari pipinya. “Arraseo, kita kesana. Aku ganti baju dulu ok?”

“Ne”sahut Yoona gembira.

At Eiffel Tower.

“Huwaaa…indahnya”ujar Yoona saat melihat menara Eiffel dihadapannya. “Benar-benar sangat indah saat malam hari. Apa lagi aku datang bersama suami-ku”.

Donghae mengerutkan keningnya saat mendengar itu. “Maksudmu?”

Yoona hanya tersnyum “Rahasia”.

“Kenapa harus dirahasiakan? Memangnya apa itu? Cepat kasih tau aku”.

“Shireo. Nanti kau marah”

“Kenapa aku harus marah?”

“Karna cita-cita dulu kalau aku ke paris bersama yang orang aku cintai aku akan melakukan ini…”Yoona mengecup bibir Donghae yang membuat Donghae terkejut. “Menikmati suasana malam hari dibawah menara Eiffel, bukankah itu sangat romantis?”

Donghae menelan ludahnya mendengar itu. “Tapi lebih romantis lagi, kalau orang yang ada dihadapanku ini memberikanku sebuket mawar merah sejumlah dengan angka favorite kita, berlutut seperti para pangeran untuk memberikannya, mengucapkan kata-kata romantis pada pasangannya, dan berciuman tentu saja”.

Donghae yang mendengar penuturan gadisnya itu, tidak Im Yoona bukanlah seorang gadis lagi, hanya bisa berdiam diri. Tak tahu ia harus melakukan apa saat ini. Ia semakin bingung dengan sikap wanita dihadapannya ini. Ada apa sebenarnya?. Donghae meletakan punggung tangannya dikening Yoona. “Tidak panas”gumamnya.

“YAK! Oppa aku ini tidak sakit”protes Yoona.

“Kau makan apa sih yoong? Tidak seperti biasanya kau seperti ini”.

“Memangnya aku kenapa oppa? Aku sehat-sehat saja”

“Tdak biasanya kau seperti tadi”

“Aku kan hanya mengikuti apa yang biasanya dilakukan olehmu”ujar Yoona yang membuat Donghae menelan salivanya.

“Tapi kau sunggu berlebihan yoong, aku tidak separah kau”protes Donghae.

“Kau seperti itu oppa. Apa kau tidak merasa hah?”

“Tidak”.

“Ish…dasar ikan menyebalkan!”seru Yoona sambil berlalu meninggalkan Donghae.

“Kenapa dia marah?”tanya Donghae pada dirinya sendiri.

Donghae mengikuti Yoona dari arah belakang. Sepanjang jalan ia hanya memikirkan bagaimana caranya agar Yoona tidak marah lagi dengannya.

“Apa aku harus melakukan semua itu?”gumam Donghae pelan.

Beberapa saat kemudian……

“Ini untuk nona cantik yang sedang marah”ujar seseorang memberikan Cup coffee pada Yoona. “Karena ini musim dingin tidak ada yang menjual ice cream. Jadi aku membelikan ini untuk istriku tercinta”.

“92 Mawar merah untuk wanita tercantik didunia.  Love is composed of a single soul inhabiting two bodies”ujarnya yang membuat Yoona tersenyum kecil.

“For it was not into my ear you whispered, but into my heart. It was not my lips you kissed, but my soul”ujarnya lagi. –by : Judy Garland-. ‘Tersenyumlah Yoong’batin Donghae.

“The ideal husband is the one who understands what his wife did not say. Love is hard and will always be, but remember somebody loves you and that one is ME !”ujar Donghae lagi kali ini dengan penuh harap agar sang istri tersenyum.

Yoona meletakan Cup Coffee itu disebelah sisinya dan beranjak berdiri, mengalungkan tangannya dileher Donghae dan mulai tersenyum. “Aku tahu hanya kau yang mencintaiku. Aku tahu walaupun banyak sekali wanita yang ada disekelilingmu hanya akulah yang ada dihatimu”.

Donghae tersenyum “Kau benar. Saranghae”

“Nado saranghae”balas Yoona. Donghae mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Yoona. Disaat itu pula kembang api mulai meledak-ledak diangksa, membuat pasangan itu terkejut dan tertawa saat melihat itu.

“Ikut aku”ujar Donghae menarik tangan Yoona membawanya kesuatu tempat.

Donghae dan Yoona sampai pada arena ice skatting yang hanya dihuni oleh mereka berdua, karena Donghae telah membooking-nya kemarin. Donghae membawa Yoona ketengah-tengah arena.

“Nama-mu Yoona kan?”

Yoona hanya mengangguk.

“Ayo tunjukan bakatmu padaku”ujar Donghae.

Yoona mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti. “Menari seperti yang dilakukan para skatters”ujar Donghae membuat Yoona membulatkan matanya.

“Oppa itu, Kim Yuna”ujar Yoona.

“Yoona”

“Ani oppa, berbeda. 김 유 나 dengan 임 윤 아”

“Sama-sama Yoona”

“Tidak! Dia 유(yu) dan 나(na). Sedangkan aku 윤 (yoon(read:yun)) dan 아 (Ah (read: A))”jelas Yoona.

“Arraseo. Kau tunggu disini sebentar, jangan kemana-mana”ujar Donghae.

“Kau mau kemana oppa?”

“Toilet”.

-윤 해-

“Bisakah kau membantuku?”tanya Donghae.

“Ya, tentu saja”

“Tolong kau putar ini, nanti kalau aku menepukan tanganku, kau matikan semua lampu dan hanya menyorot kami berdua. Lalu putar lagu ini. Mengerti?”

“Mengerti tuan”

“Kalau lagunya berhenti, nyalakan lagi semua lampunya”

“Baik tuan”

“Terima kasih”

Donghae kembali dan memeluk istrinya dari belakang membuatnya terkejut. “Oppa kau mengagetkan ku saja”.

Donghae melepaskan pelukannya dan berjalan menjauh dari Yoona. “Kau tetap berdiri disitu ya yoong”.

“Apa yang akan kau lakukan?”

Donghae hanya tersenyum. Ia menepuk tangannya, dan semua lampu mati hanya menyoroti Yoona dan Donghae. Lantunan lagu mulai bermain, Donghae yang sudah memegang mic mulai menanyikan bait pertama dari lagu itu.

 The loneliness of nights alone
the search for strength to carry on
my every hope has seemed to die
my eyes had no more tears to cry
then like the sun shining up above
you surrounded me with your endless love
Coz all the things I couldn’t see are now so clear to me

You are my everything
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everything

Now all my hopes and all my dreams
are suddenly reality
you’ve opened up my heart to feel
a kind of love that’s truly real
a guiding light that’ll never fade
there’s not a thing in life that I would ever trade
for the love you give it won’t let go
I hope you’ll always know

You’re the breath of life in me
the only one that sets me free
and you have made my soul complete
for all time (for all time)

You are my everything (you are my everything)
Nothing your love won’t bring (nothing your love won’t bring)
My life is yours alone (alone)
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through (your spirit pulls me through)
When nothing else will do (when nothing else will do)
Every night I pray (I pray)
On bended knee (on my knee)
That you will always bebe my everything

Every night I pray
down on bended knee
that you will always be
my everything
oh my everything

Yoona tak kuasa menahan air matanya lagi. Ini semua diluar dugaannya.

“Yeobo Saranghae!!!”teriak Donghae. “Uljimara…”

Donghae menghampiri Yoona dan memeluknya. Tangis Yoona semakin pecah, tak pernah terlintas dibenaknya kalau suami-nya akan melakukan ini semua.

“Oppa gomawo”ujar Yoona disela-sela tangisnya.

“Ne..aku melakukan ini hanya untuk membuat-mu senang”.

Yoona mempererat pelukannya.

“Besok kita kembali ke- Seoul”

“Secepat itukah?”

“Kita bisa kesini kapapun kau mau”ujar Donghae menghapus airmata Yoona.

***

“Cho Sooyoung!!/Lee Yoona!!”teriak Sooyoung dan Yoona setelah beberapa hari tak bertemu. Mereka berpelukan.

“Baru seminggu saja tidak bertemu sudah seperti itu, bagaimana kalau sudah berbulan-bulan tidak bertemu”gerutu Kyuhyun yang merasa mulai terabaikan oleh istrinya-Sooyoung- itu.

“Apa maksudmu?”tanya Sooyoung sinis.

“Bukannya malah romantis, malah makin bertengkar dasar pasangan aneh…auu”gumam Donghae yang mendapati pukulan dari Yoona.

Sooyoung dan Yoona saling melepas kerinduang mereka dan mengabaikan dua orang yang tak lain adalah suami mereka masing-masing. Dan Sooyoung mulai bercerita tentang selama seminggu ini begitu-pun tentang Yoona.

“Awas saja kalau sudah sampai di Seoul tidak akan ku beri ampun”ujar Yoona sambil mengepalkan kedua tangannya. Donghae yang mendengar itu bergidik ngeri.

“Kyu apa kau tidak dengar?”bisik Donghae.

“Aku sudah mendapatkannya hae, tinggal kau saja. Selamat datang di dunia menyeramkan sesampainya di Seoul”ejek Kyuhyun.

“Kau tidak setia banget sih”

Kyuhyun tertawa evil sementara Donghae merasakan hawa-hawa gelap dari sang istri yang duduk dibelakang mereka.

***

FLASHBACK

“Kyu apa kau yakin?”tanya Donghae.

“Aku yakin ini akan berhasil hae. Kau tenang saja, dan percaya padaku”

“Tidak ada efek sampingnya kan?”

“Tidak. Aku sudah mencoba-nya pada Kyuyeon tadi”

“Mwo?? Kau mengerjai Kyuyeon??”

Kyuhyun mengangguk. “Mungkin dia akan bangun besok pagi. Dan eomma-ku pasti akan panik. Hahahaha”

“Kau gila Kyu”

“Ini demi honeymoon yang kita dambakan Hae. Jadi kau harus berkorban sedikit tidak apa-apa kan?”

“Kalau terjadi apa-apa dengan Yoona, kau yang bertanggung jawab ya”

“Memangnya Yoona istri-ku?”

“Yak!”teriak Donghae.

Sudah bawa ini dan berikan pada Yoona. Jangan sampai salah ya”Kyuhyun menyodorkan segelas minuman pada Donghae.

“Obat ini manjur hae. Dan aku sudah memasukan dosis yang pas. So, kau tenang saja”

Donghae mendesah, “Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Yoona, kalau dia tahu aku melakukan ini”.

FLASHBACK END

THE END

Eotte?? Maaf ya kalo kalian kurang puas.

Jangan lupa komen yaa… biar aku semangat buat ngerjain FF lainnya ^^

Jeongmal Kamsahamnida. mau baca FF gaje-ku satu ini. *BOW

About these ads

95 thoughts on “[ONE SHOOT] Devil Beside Me – Honeymoon Version [YoonHae]

  1. Hahaha…kocak bgt pas adegan yoona hampir melupakn donghae sbg suaminya hehe. Kyuhyun n donghae adalah suami2 takut istri ya hehehe..dtunggu new story yg lain ttg mrka.

  2. thanks ya Adel :) sweet :) romantis :) lucu :) moga UTSnya lancar. Wish you always healthy and wish you all the best :) Thank you :)

  3. daebak chingu ….
    akhirtnya keluar juga ff yoonhae versi honeymoonnya….
    lanjut lagi dong ffnya sampai ia punya anak!

  4. Aigo,,, s ikan mokpo ini memang romantis!! Tp rada2 yadong sihh!!! Hhhhhiiiiii…. Mngkin k’tularan dr coupleny!!!
    #lirik s monyet yadong :P

    Keren dah!! ;)

  5. masih ga ngerti, itu minuman apaan yang di kasiin ke Yoona ? .-.
    Banyak marahan YoonHae nya :(
    Berarti Donghae emang beneran kangen sama Jessica ? Ngga kan ? Aiihh bingung. Squel dong :)

  6. si Kyu selain evil sudah mulai yadong… dan malah menularkan ke Donghae…
    tapi kan bisa dibilang rencana mereka untuk bulan madu berhasil wkwkwkwk…
    Bulan Madu YoonHae kocak banget…
    walau banyak berantemnya tapi tetap sooo romantisss…

    kayaknya butuh sekuel ini…
    penasaran si Donghae bakalan diapain sama Yoona sampai di Seoul…
    mungkinkah bakalan ada pembantaian hingga Donghae punya status suami takut istri???

  7. HAHAH
    bagus banget FF nya lucu . aku suka yang genre married life gini .
    perjuangkan bikin FF lagi ya thor !
    hwaiting ! :*

    salam kenal buat author nya yaaaa .
    aku reader baru lho . :)

  8. hehehe kyu oppa usil bgt sech…..tumben klah ma yeoja bang evil^_~ donghae oppa jgn ikutan yadong mrinding jg q…daebak author

  9. Ahhh daebak thor ff nya!
    feel nya dapet banget! Aduh YoonHae so sweet banget deh!
    Pengen aku giring beneran ke KUA! Hahaa
    Keren.. keren ff nya thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s